Dibalik Keunikan Terdapat Misteri Gunung Kerinci

Gunung Kerinci, dengan ketinggian puncaknya yang mencapai 3.805 mdpl, menempatkannya pada urutan pertama dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di pulau Sumatra atau gunung tertinggi dindonesia yang berada di luar Papua dan gunung berapi paling tinggi di Indonesia. Meskipun fakta mengatakan bahwa pendakian gunung Kerinci tidak mudah dilakukan, mengingat statusnya yang masih berapi aktif dan keterjalan track-nya yang bukan main. Namun bagi sebagian pendaki, gunung Kerinci malah menjadi sasaran empuk untuk menguji keyakinan, mental, tekad dan seberapa mampu mengalahkan diri sendiri.
Keunikan Gunung Kerinci:
1. Lebih dari separuh wilayahnya menjadi Kawasan Taman Nasional
Kabupaten Kerinci hanya memiliki luas wilayah sekitar 3328, 14 Km persegi sehingga menjadi salah satu kabupaten dengan luas terkecil di Provinsi Jambi, dan sekitar 52% dari luas wilayahnya menjadi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), selebihnya digunakan sebagai areal permukiman, persawahan, perkebunan, dan hutan produksi oleh masyarakat.
Keberadaannya yang dikelilingi Taman Nasional menjadikan wilayah ini menyimpan banyak tempat wisata alam yang menarik, ada puluhan air terjun dan danau yang tersembunyi di dalam hutan yang masih belum dieksplor hingga kini. Perlu juga diketahui bahwa TNKS, merupakan situs warisan alam yang dilindungi oleh UNESCO sejak tahun 2002. Oh ya, TNKS selain menjadi tempat perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti harimau Sumatra, badak, gajah, tapir, kelinci sumatra, TNKS juga menjadi objek penelitian alam oleh para peneliti dunia, salah satunya adalah mengenai "hewan sejenis ape" yang disebut uhang pandak oleh masyarakat. Konon hewan berbulu seperti monyet ini memiliki tinggi sekitar 80 -100 cm berjalan dengan kaki layaknya manusia, tetapi posisi kakinya terbalik.

Danau Kaco yang berada di dalam TNKS, Dok. triptrus.com
Saya berpose di Danau Lingkat yang warnanya Hijau
Anda mungkin tidak akan menemukan nama "Danau Jawa" jikalau anda menelusuri seluruh danau yang ada di Pulau Jawa, atau "Gunung Batak" jikalau anda berkunjung di pedalaman Sumatera Utara tempat bermukimnya etnis Batak. Tetapi anda akan menjumpai keunikan ini jikalau berkunjung ke Kerinci. Selain nama kabupatennya "Kerinci' di sini juga terdapat gunung dan danau yang bernama Kerinci---danau Kerinci berada di tengah-tengah wilayah Kerinci---selain itu, penduduk asli wilayah ini menyebut diri mereka sebagai Uhang Kinci atau Uhang Kincai yang berarti orang Kerinci, para antropolog-pun menyebut mereka sebagai suku/etnis Kerinci. Hal yang menarik bukan?
Asal usul nama Kerinci sendiri masih diperdebatkan, ada yang menyebut berasal dari bahasa Tamil "kurinji" yaitu nama sejenis bunga yang hanya ada di dataran Tinggi, ada pula yang menyebut berasal dari kata "kunci". Menurut legenda masyarakat setempat, kondisi geografis kerinci yang dikelilingi perbukitan terjal dan hutan lebat menjadikan wilayah ini sulit dimasuki oleh orang luar, seolah-olah "terkunci" untuk dimasuki orang asing, begitu katanya. Namun yang jelas wilayah ini telah disebutkan dalam naskah kuna sejak abad ke 14, penjelasannya pada poin berikutnya.

Orang Kerinci menyuguhkan Sirih Pinang pada Tamu sebagai Tanda Penghormatan. Dok.pribadi
"Menhir" dalam ilmu arkeologi adalah sejenis tugu batu yang didirikan untuk tujuan pemujaan terhadap arwah leluhur. Menhir menjadi salah satu ciri dari kebudayaan megalitik yang berkembang pada masa prasejarah, lazimnya menhir-menhir yang ada di Indonesia bahkan di dunia didirikan secara vertikal.
Namun, uniknya menhir-menhir yang ditemukan di wilayah Kerinci diposisikan rebah (horizontal) di mana pada pada ujung dan pangkal menhir itu umumnya memiliki relief manusia, manusia kangkang, wajah manusia, binatang ataupun lingkaran konsentris. Para arkeolog masih belum mengetahui alasan mengapa menhir-menhir itu malah diposisikan rebah oleh manusia Kerinci masa lampau. Menhir-menhir yang tersebar di wilayah Kerinci telah diteliti oleh arkeolog asing, Dominik Bonatz, yang berasal dari Jerman. Umumnya megalit Kerinci berbentuk silindris ataupun kerucut.

Menhir Rebah dari Kerinci. Sumber: kerinciinspirasi.blogspot.com

Menhir Rebah Situs Talang Jambu Abang. Sumber: ronheqincay.blogspot.com
Uli Kozok, seorang filolog asal Jerman pada tahun 2006 yang lalu mengemukakan temuan fenomenal hasil penelitiannya. Sebuah naskah kuno yang berasal dari abad ke 14 M, disimpan sebagai pusaka oleh masyarakat adat Kerinci di Dusun Tanjung Tanah. Naskah ini ditulis pada kertas daluang (terbuat dari kayu), menggunakan aksara Sumatera kuno yang masih serumpun dengan aksara Jawa Kuno- disebut pula dengan aksara kawi/pascapallawa---Naskah ini ditulis menggunakan bahasa Melayu Kuno, berisi tentang undang-undang Kerajaan yang dianugrahkan oleh Maharaja Dharmasraya kepada para Dipati yang berkuasa di Kerinci. Dalam naskah inilah wilayah Kerinci disebut dengan nama Silunjur Bumi Kurinci.
Keunikannya adalah biasanya naskah-naskah kuna yang berasal dari periode klasik di Indonesia, mengalami penyalinan-penyalinan ulang seperti kasus Kitab Negarakertagama, walaupun kontainnya berisi kisah mengenai Majapahit, tetapi media penulisannya (lontar) justru berusia jauh lebih muda. Berbeda dengan naskah kitab Undang-undang Tanjung Tanah, media tulis maupun kontainnya berasal dari periode yang sama sekitar abad ke 14 M, hal ini diketahui dari uji karbon terhadap sampel daluang dari naskah itu sendiri. Saya berharap naskah ini nantinya turut diakui oleh UNESCO sebagai memory of the world.

Naskah Melayu Tertua di Dunia yang Ditemukan di Kerinci. Dok. ulikozok.com
Jikalau Anda sering melihat atraksi budaya yang menyuguhkan kekebalan seperti tidak luka kena pisau, keris dan berbagai senjata tajam lainnya, maka umumnya hal tersebut dilakukan oleh para pria, tentu hal tersebut merupakan hal yang biasa-biasa saja karena memang pria identik dengan kekuatan dan maskulinitas. Luar biasanya di Kerinci, atraksi kekebalan tersebut justru dilakukan oleh para perempuan.
Dalam sebuah tarian magis yang disebut niti naek maligai, kita dapat menyaksikan bagaimana perempuan-perempuan Kerinci melakukan hal-hal ekstrim seperti menari di atas api, menginjak pecahan kaca, menari di atas sebutir telur, dihunus dengan pedang, tetapi hal-hal tersebut tak menimbulkan bekas luka sedikitpun.
Menurut kisahnya, tari magis yang dipertunjukkan ini sebenarnya berasal dari ritual naek mahligai. Ritual ini adalah ritual penyempurnaan keilmuan bagi ahli spiritual dalam kepercayaan Kerinci kuno yang disebut dengan balian salle, umumnya balian salledijabat oleh perempuan-perempuan berdasarkan garis keturunan. Perempuan dalam masyarakat Kerinci memang menduduki posisi penting sebagai pelaksana ritual, sekaligus sebagai dukun. Selain itu, sebagian besar orang-orang dari luar Kerinci, menilai gadis-gadis Kerinci umumnya memiliki paras yang cantik. Benarkah?

Atraksi Memadamkan Api dalam Tarian. Dok.pribadi

Atraksi menginjak Telur yang tidak pecah, Dok. Pribadi
Kalimat di atas sebenarnya adalah anekdot lucu yang umumnya hanya diketahui oleh masyarakat di sekitar Kerinci. Soalnya adalah orang Kerinci biasanya menggunakan kata "kayo" atau "kaya' untuk menyapa tamu dan orang-orang yang dihormati, karena "kayo atau 'kaya' dalam bahasa Kerinci berarti "Anda" atau "tuan". Sangat berbeda jauh artinya dari bahasa Melayu yang umum digunakan di Jambi atau bahasa Minangkabau yang umunya digunakan di Sumatera Barat, Kaya atau kayo justru memiliki arti banyak harta. (Haf)
Misteri Dibalik Keindahan Gunung Kerinci :
1 | Hobbit
Diluar negeri hobbit merupakan sebangsa manusia namun bertubuh pendek seperti Gollum di film Lord Of the Ring. Tapi tidak terlalu mengerikan, masyarakat setempat menyebutnya Uhang Pandak atau bahasa Indonesianya Orang Pendek. Banyak masyarakat percaya makhluk ini masih menghuni kawasan hutan TNKS. Dulu warga sekitar sering melihatnya namun setiap kali ingin mengabdikannya makhluk itu menghilang. Sudah banyak ilmuwan luar negeri yang mencoba menguak misteri ini, salah satunya Debbie Martyr dari Inggris yang mengabdikan dirinya selama belasan tahun dalam pencarian uhang pandak sejak tahun 1994.
Zakaria salah satu tokoh masyarakat yang pulang pergi diajak oleh ilmuwan mencari makhluk tersebut mengaku pernah melihatnya dengan jelas. Menurutnya, makhluk ini tidak memiliki kaki terbalik seperti mitos yang dipercaya warga sekitar, melainkan kaki normal seperti kera, tingginya sekitar 80 cm, dengan tangan yang panjang dan tubuh yang gemuk dan bulu berwarna abu-abu disekujur tubuhnya. Anehnya saat makan, makhluk ini memakan mangsanya dengan cara berbaring sambil mencabik-cabik mangsanya dengan kaki, uhang pandak juga dikenal memiliki mata merah yang menyala.
2 | Naga Raksasa
Naga raksasa menjadi makhluk yang melegenda di Gunung Kerinci yang menjelaskan tentang bagaimana danau dan sungai disekitarnya terbentuk. Ceritanya dulu ada saudara kembar bernama Calungga dan Calupat, mereka merupakan anak yatim piatu. Suatu hari, ketika Calungga pergi ke hutan untuk berburu, ia menemukan telur raksasa, sebenarnya ia ingin menunjukkan ke adiknya Calupat. Namun, Calungga memilih untuk memakannya sebelum mencapai kerumah.
Dari sini keanehan terjadi, lambat laun tubuh Calungga berubah menjadi semakin panjang besar dan bersisik emas. Saking besarnya bekas putarannya menghasilkan cekungan raksasa sehingga jadilah Danau Bento. Lalu sang naga menyemburkan api sehingga membentuk sungai Muara Angin atau sungai Batang Merangin. Karena sang adik tidak betah hidup sendiri, Naga Calungga mengantarkannya ke pemukiman penduduk. Sesampainya disana penduduk setempat memberikan gelar kepada Calupat Sang Hyang Jaya Naga.
3 | Rumah Sakit Kolonial Belanda
Rumah sakit ini terletak di kebun teh Kayu Aro di kawasan Gunung Kerinci, tepatnya di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Bangunan ini juga telah dinominasikan sebagai rumah sakit paling angker di Indonesia. Umur bangunan yang berabad-abad membuat aura mistis dan keangkeran sangat terasa ketika memasuki tempat ini. Sehingga tempat ini menjadi tempat favorit uji nyali yang disiarkan beberapa sasiun tv di Indonesia. Konon, di dalam bangunan terutama di lorong-lorong sering terlihat bayangan dan penampakan sesosok hantu dokter, suster dan pasien dengan muka yang mengerikan. Siapapun yang pergi ke tempat ini pasti bulu kuduknya akan berdiri.
4 | Tugu Yudha
Tugu Yudha menjadi titik hilangnya seorang pendaki bernama Yudha Sentika anak muda berusia 17 tahun di tahun 1990. Kronologinya saat menuruni gunung bersama teman-temannya dan menerobos kabut tebal Yudha hilang seketika. Penyebab dan hilangnya beliau masih menjadi misteri. Bahkan tidak ditemukan jasad maupun jejak, walau telah dicari menelusuri seluruh wilayah gunung. Akibanya, banyak opini dan mitos berkembang, yang mengaitkan fenomena hilangnya Yudha dengan hal gaib. Ada yang menganggapnya di culik oleh suku orang pendek, ada juga yang berteori bahwa ia diambil oleh makhluk halus penunggu gunung kerinci. Apapun itu, yang jelas tugu ini mengingatkan para pendaki untuk selalu waspada dan jangan terlalu jauh dengan tim pendaki.
5 | Larangan Jam 12
Larangan ini menghimbau pendaki atau pengunjung lainnya untuk tidak mandi, main air, atau minum air dari sungai dan danau disepanjang kawasan gunung Kerinci pada jam 12 siang. Konon mitos ini berkaitan dengan keberadaan orang bunian penghuni Gunung Kerinci. Mungkin saat itu jamnya orang penunggu disana untuk menggunakan air disana. Menurut guide disana, kita harus menjaga kearifan lokal setempat termasuk larangan ini karena kita hanyalah tamu yang harus menghormati tuan rumah. Disana juga tidak boleh terlalu santai dan senang, etika dan kesopanan harus dijaga supaya dapat pulang dengan selamat. Pernah ada cerita tentang orang yang melanggar pantangan ini, dan akhirnya ia merasa sakit perut dan tidak enak badan setelah minum dari sumber air disana. Untuk itu pantangan ini wajib di laksanakan bagi semua tamu Gunung Kerinci.
6 | Hantu Gendong
Seperti mitos Gunung Merbabu. Gunung ini juga memiliki mitos yang sama dan juga telah dialami pendaki disana. Hantu ini sering memberikan berat yang lebih kepada tas Carrier yang dibawa para pendaki. Padahal tidak ada beban apapun, namun tiba-tiba saja menjadi berat dari sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan mitos hantu gendong penunggu gunung tersebut. Konon hantu tersebut minta digendong supaya bisa turun gunung. Untuk itu pendaki yang mengalami fenomena ini dihimbau supaya berhenti dan mengatakan permintaan maaf karena tidak bisa membawanya keluar. Jika tidak, tas akan semakin berat dan pendaki akan tertinggal dan hilang.


thanks ya atas info nya ya bang.
BalasHapussalam lestari.....
Masukkan balasan Anda...ok bng
Hapusthx infonya nya bang.. salam anak adventure
BalasHapuswow keren bang
BalasHapusgokil bang
BalasHapusajari lah baang
asikkkkkk banget gan
BalasHapusMakasih infonya
BalasHapusMakasi infonya.
BalasHapusinformasi yang menarik
BalasHapusinformasi yang baik
BalasHapusterima kasih atas infonya
BalasHapusinformasinya sangat bermanfaat trimakasih banyak ya
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusInfo yang bagus
BalasHapusInfo yang menarik
BalasHapusKeren
BalasHapusMantap om:v
BalasHapusInfo yang bagus
BalasHapusOoo
BalasHapuswow
BalasHapusMakasih infonya
BalasHapusmenarik
BalasHapusmakasih infonya gan berguna sekali
BalasHapusMakasih
BalasHapusOke
BalasHapusBujur
BalasHapusKai e
BalasHapusBoleh lah
BalasHapusInformasi yang sangat menarik.
BalasHapushahahahahah
BalasHapusmantab kali brooo......
BalasHapusmantab kali brooo......
BalasHapusthanks infonya bg.
BalasHapus10.000 orang tiongkok ya bang wkwkwkw
BalasHapusterimakasih buat infonya
BalasHapussangat bagus blog ya
BalasHapusseru ya
BalasHapussepuluh ribu orang tiongkok
BalasHapuswoow bisa kita sekali ke sana bang
BalasHapus10000 orang tiongkok bang sudah pernah ke situ untuk membeli bakso bang
BalasHapusbang bisa bawak cewek ke atas bang kan diatas kerinci dingin jadi bisa peluk an dan senang
BalasHapussaya kepingin kesitu bang untuk jumpa sama orang ganteng
BalasHapusterima kasih banyak bang:)
BalasHapus1000 orang tiongkok datang ke jakarta
BalasHapussekali saya ingatkan perbagusi bang
BalasHapuskeren abis
BalasHapusgimna brooo..
BalasHapuskeren
BalasHapusgokil bangg...
BalasHapuskeren gan
BalasHapusdimana itu gan?
BalasHapusajak lah sekali kesana gan
BalasHapusmantap masukkannya bang ,
BalasHapustq bg
BalasHapusajak sesekali kesana bg
BalasHapusaseek,,
BalasHapusabg emng udah pernah kesana?
BalasHapusemang itu dimana ya bang
BalasHapusnama abang siapa ya?
BalasHapusapakah anda robot?
BalasHapusabang orang mana
BalasHapuskeren abiiits
BalasHapusfollback donk bang..
BalasHapusapa arti kerinci bang
BalasHapuscukup menarik
BalasHapussitus bang?
BalasHapuscerita gunung bang?
BalasHapusbang makan ayok bang
BalasHapusudah makan bang?
BalasHapusfolbeck ya bang my ig : ciiricky
BalasHapusbang mau nitip iklan shmapo anjing bisa gak bang?
BalasHapusapa carik bang?
BalasHapus